Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret 30, 2026

Babak Baru Jakarta: Ketika Budaya Betawi Dihitung Sebagai Aset

Oleh: H.Amink Amirullah (Entrepreneur Muda Betawi dan Kaukus Muda Betawi) "Dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung" Makna pribahasa ini, kita harus menghormati Adat istiadat tempat dimana kita berada. SUARAKAUMBETAWI | JAKARTA, SEBAGAI seorang entrepreneur muda Betawi, sudah terlalu lama kami menjadi  properti acara. Dipanggil saat festival, disuruh pakai baju adat, memasak kerak telor, menampilkan silat. Setelah tepuk tangan selesai, panggung dibongkar, dan kami pulang ke kontrakan dengan gerobak yang sama, modal yang sama, dan sewa kios yang makin tidak masuk akal. Kami ada, tapi tidak dihitung. Laku sebagai simbol, bukan sebagai ekosistem. Karena itu, ketika Gubernur Pramono Anung menggagas Halal Bi Halal Akbar di Lapangan Banteng dan menyiapkan Peraturan Gubernur tentang Lembaga Adat Masyarakat Betawi, pertanyaan kami sederhana ini panggung baru, atau meja baru? Jawabannya tergantung apakah Jakarta berani membaca budaya bukan sebagai nostalgia, tapi seba...