Langsung ke konten utama

FBR Gelar Andilan Potong Kebo Lebaran 2026 Serentak di Lima Wilayah Jakarta, Libatkan Unsur Keagamaan dan Pemerintah

SUARAKAUMBETAWI | JAKARTA, Forum Betawi Rempug (FBR) menggelar kegiatan Andilan Kebo Lebaran 2026 secara serentak di lima wilayah kota se-Jakarta pada Rabu, 18 Maret 2026. Tradisi ini menjadi bagian dari kearifan lokal masyarakat Betawi dalam menyambut Hari Raya Idulfitri.

Pelaksanaan kegiatan diawali dari wilayah Jakarta Utara yang dipusatkan di Kampung Budaya Betawi Sukapura. Antusiasme warga dan anggota FBR terlihat tinggi dalam kegiatan yang sarat nilai gotong royong tersebut.

Ketua Umum FBR, KH Lutfi Hakim, menjelaskan bahwa Andilan Kebo merupakan tradisi menghimpun dana secara kolektif atau patungan untuk membeli kerbau yang kemudian dibagikan secara proporsional kepada peserta andilan atau patungan.

“Esensi dari andilan ini adalah kebersamaan dan kepedulian sosial. Dana yang terkumpul dari anggota-anggota FBR diwujudkan dalam bentuk kerbau untuk memenuhi kebutuhan daging di hari raya,” ujarnya di Perkampungan Budaya Betawi Sukapura, Rabu 18 Maret 2026.

Kyai Lutfi menambahkan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian Lebaran Ulama dan Jawara yang melibatkan unsur keagamaan, tokoh masyarakat, serta pemerintah daerah.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini turut bersinergi dengan MUI DKI Jakarta dan PWNU DKI Jakarta, serta pemerintah daerah.
Selain digelar hari ini, agenda lanjutan juga akan dilaksanakan oleh Pimpinan Pusat FBR bersama unsur keagamaan dan pemerintah pada hari berikutnya 19 Maret 2026 di Jakarta Timur.

Rencananya, kegiatan Andilan Kebo Lebaran 2026 ini juga akan dihadiri oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap pelestarian tradisi Betawi dan penguatan nilai kebersamaan, solidaritas dan soliditas di tengah masyarakat.

FBR berharap kegiatan ini dapat terus mempererat solidaritas sosial serta menjaga tradisi gotong royong dalam momentum menyambut Lebaran 2026. ***

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ketum FBR Serukan Geruduk Trans7 dan Tuntut Permohonan Maaf

SUARAKAUMBETAWI | JAKARTA – Media sosial kembali diramaikan dengan tagar #BoikotTrans7, yang mendadak viral pada Selasa pagi, 14 Oktober 2025. Tagar tersebut muncul menyusul tayangan program Xpose Uncensored milik Trans7 yang dianggap menyinggung kehidupan di salah satu pondok pesantren ternama, Lirboyo di Kediri, Jawa Timur. Potongan video dari acara itu dinilai provokatif dan menuai kecaman dari warganet, khususnya kalangan santri dan alumni pesantren. Tayangan tersebut dianggap bersifat stereotip, agitatif, dan berpotensi merusak citra ulama tradisional. Ketua Umum FBR sekaligus Wakil Ketua PWNU DKI Jakarta, KH Lutfi Hakim, menyesalkan tayangan tersebut.  "Tidak hanya membahayakan citra seorang ulama tradisional, tetapi juga melecehkan kehidupan pesantren di Indonesia. Nilai-nilai Aswaja yang menekankan tazim dan adab terhadap ulama harus dihormati," ujar Lutfi Hakim dalam keterangan resminya, Selasa 14 Oktober 2025. Menurutnya, media massa memiliki tanggung j...

Komisioner BAZNAS (BAZIS) DKI Difasilitasi Mobil Mewah Pakai Dana Umat

SUARAKAUMBETAWI | Jakarta, - Imam Besar Forum Betawi Rempug (FBR) Kyai Lutfi Hakim turut angkat bicara terkait komisioner BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta diguyur Innova Zenix. “Seharusnya, dana atau cuan pembelian 5 unit Innova Zenix itu dikembalikan ke umat. Karena itu bersumber dari dana umat Islam,” ujar Kyai Lutfi Hakim yang merupakan Imam Besar FBR ini, Kamis (17/7/2025). Dijelaskannya, tidak ada aturan ataupun hak bagi para Komisioner BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta untuk mempergunakan dana umat untuk mendapatkan fasiltas wah, apalagi kepentingan pribadi. “Mestinya dibelikan untuk yang bermanfaat bagi umat, misalnya membeli ambulance, membiayai fasilitas kesehatan atau pendidikan dan lain - lain, tidak untuk fasilitas komisioner,” tegasnya. Dikabarkan, lima komisioner BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta sedang dilanda isu tidak sedap, yakni dugaan skandal gratifikasi berupa lima unit Toyota Innova Zenix. Hal ini pun menjadi perbincangan hangat publik, tokoh, aktivis dan penggiat Ibu Ko...

MENYONGSONG 24 TAHUN FBR: DARI TUDUHAN NORAK DAN PENUH ANCAMAN, MENUJU PILAR BUDAYA BETAWI

SUARKAUMBETAWI | JAKARTA,- Salam rempug, dua puluh empat tahun sudah Forum Betawi Rempug (FBR) hadir di tengah masyarakat Jakarta dan sekitarnya. Sebuah perjalanan panjang bagi sebuah organisasi massa yang lahir dari semangat kebudayaan, identitas, dan solidaritas msayarakat Betawi. Meski tak luput dari kritik, kontroversi, bahkan upaya pembubaran, FBR tetap bertahan—terus tumbuh dan meluas hingga ke luar wilayah Jakarta, menyatukan masyarakat Betawi lintas batas dalam barisan kerempugan. Di saat banyak ormas dituding meniru gaya militer atau menampilkan wajah represif, FBR memilih jalur berbeda: jalur budaya dan kedaerahan. Gaya khas lokal Betawi dengan keluguan, kelugasan dan kesederhanaannya, yang sempat dicibir “norak” pada awal kemunculannya, justru menjadi ciri khas yang membedakan FBR dari organisasi lain. Gaya ini pula yang menjadikannya dekat dengan rakyat, bukan dengan kekuasaan. Tidak bisa dipungkiri, perjalanan FBR memang tidak selalu mulus. Ada masa ketika cit...