Oleh: M. Abu Bakar Maulana FKDM Jakarta Barat dan Kaukus Muda Betawi SUARAKAUMBETAWI | JAKARTA, Menarik apa yang ditulis KH. Lutfi Hakim dalam tajuk Halal Bi Halal Lapangan Banteng: Membangun Kebersamaan di Hari Lebaran. Tulisan yang menyejukkan itu mengingatkan saya pada Yudi Latif dalam Menjemput Mentari : kebersamaan tidak akan lahir hanya dengan mengutuk kegelapan. Perlu waktu bagi mentari untuk terbit dan bersinar, sementara kita sering justru menutup jendela rumah saat fajar menyingsing. Bila ruang jiwa kita cukup lapang, momen halal bihalal ini adalah penantian yang mendebarkan, seperti seorang pengasih menanti kekasihnya tiba. Kita menata rumah dan pekarangan batin agar rapi bersih, membuka pintu dan jendela menyambut kedatangan, mematut diri, dan menyiapkan yang terbaik. Kita merasakan setiap detik sebagai momen istimewa. Seberapa banyak cahaya kebersamaan menerangi ruang Jakarta, tergantung seberapa lebar jendela jiwa warganya. Bahkan di kelamnya perbedaan, ...