Langsung ke konten utama

FBR G.0186 Benteng Cempaka Korwil Jakarta Pusat Gelar Rapat Kepengurusan Baru, Perkuat Soliditas dan Persaudaraan

SUARAKAUMBETAWI | JAKARTA PUSAT — Forum Betawi Rempug (FBR) G.0186 Benteng Cempaka Korwil Jakarta Pusat menggelar rapat kepengurusan pada Jumat, 16 Oktober 2026, bertempat di Gardu 0186, Pangkalan Asem, Jakarta Pusat.

Rapat tersebut menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus membangun semangat baru di bawah kepemimpinan Bang Bogi selaku Ketua, Bunda Ayu Wandira sebagai Sekretaris, dan Bunda Lya sebagai Bendahara.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil I, Bang Andri Gobang, menyampaikan harapannya agar kepengurusan yang baru dapat semakin solid, kompak, dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugas sesuai struktur organisasi.

“Dengan adanya kepengurusan baru ini, ke depannya kita berharap seluruh jajaran semakin solid dan menjaga nama baik organisasi. Jangan sampai ada lagi oknum yang mengatasnamakan FBR untuk kepentingan pribadi. Organisasi ini harus dijaga bersama dan dijalankan dengan penuh tanggung jawab,” ujar Bang Gobang.

Selain memperkuat soliditas internal, Bang Gobang bersama Ketua Gardu, Bang Bogi, juga berharap kegiatan pengajian rutin dapat terus berjalan dan menjadi agenda tetap organisasi. Pengajian direncanakan dilaksanakan setiap dua minggu sekali, pada malam Jumat, bertempat di Gardu 0186.

Kegiatan tersebut diharapkan menjadi sarana mempererat tali silaturahmi, memperkuat nilai-nilai keagamaan, serta menjaga kebersamaan antaranggota.

Melalui kepengurusan yang baru, FBR G.0186 Benteng Cempaka Korwil Jakarta Pusat diharapkan semakin tertib, solid, dan mampu menjalankan amanah organisasi dengan baik, demi menjaga kehormatan serta nama baik FBR di tengah masyarakat.

Soliditas, persaudaraan, dan tanggung jawab menjadi landasan untuk membawa organisasi semakin baik ke depannya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENYONGSONG 25 TAHUN FBR: DARI STIGMA "NORAK" MENUJU PILAR BUDAYA BETAWI

SUARAKAUMBETAWI | JAKARTA, Dua puluh lima tahun bukan sekadar angka statistik bagi Forum Betawi Rempug (FBR). Ia adalah saksi bisu metamorfosis sebuah entitas yang lahir dari rahim keresahan identitas di jantung ibu kota. Dari sebuah organisasi massa yang kerap dipandang sebelah mata, kini FBR berdiri sebagai pilar kebudayaan yang melintasi batas administratif Jakarta, menyatukan masyarakat Betawi dalam satu barisan kerempugan yang kian dewasa. Di tengah tren ormas yang gemar bersolek dengan gaya paramiliter atau menampilkan wajah represif, FBR konsisten menempuh jalan sunyi, jalur kebudayaan. Keluguan, kelugasan, dan kesederhanaan khas Betawi yang sempat dicibir “norak” pada awal kemunculannya, justru kini menjadi antitesis bagi organisasi lain yang kaku. Gaya inilah yang menjaga FBR tetap membumi, lebih dekat dengan napas rakyat kecil ketimbang dengan koridor kekuasaan. ** Refleksi dan Transformasi ** Kita tak boleh menutup mata pada sejarah. Perjalanan FBR memang tak se...

Pengukuhan MUI Pusat Berlangsung Khidmat, FBR Ikut Berpartisipasi dalam Pengamanan

SUARAKAUMBETAWI | JAKARTA - Forum Betawi Rempug (FBR) turut berpartisipasi dalam pengamanan pengukuhan dan perkenalan (ta’aruf) Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat periode 2025–2030 yang digelar di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu pagi. Acara tersebut mengangkat tema “Bersatu dalam Munajat untuk Keselamatan Bangsa.” Acara ini turut dihadiri Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang didampingi Menteri Agama Nasaruddin Umar. Presiden Prabowo tampak langsung menghampiri jajaran pimpinan MUI dan menyalami mereka satu per satu usai prosesi pengukuhan. Di barisan depan, bersama para pimpinan MUI, turut hadir Ketua MPR RI Ahmad Muzani, sejumlah menteri kabinet, tokoh nasional, pimpinan ormas Islam, serta tamu undangan lainnya. Ketua Umum FBR KH Lutfi Hakim mengatakan, keterlibatan FBR dalam pengamanan kegiatan tersebut merupakan wujud komitmen organisasi dalam menjaga ketertiban dan menghormati peran ulama sebagai penjaga moral bangsa. “FBR hadir untuk membantu pe...

Halal Bihalal Lapangan Banteng: Membangun Kebersamaan di Hari Lebaran

Oleh : KH Lutfi Hakim SUARAKAUMBETAWI | JAKARTA, Salam rempug. Pemprov DKI Jakarta berencana mengadakan acara Halal Bihalal di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, pada Sabtu (11/4/2026) mendatang. Acara ini merupakan bagian dari perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah dan diharapkan dapat mempererat tali persaudaraan antarwarga Jakarta lewat seni, tradisi, dan cita rasa. Pilihan Lapangan Banteng sebagai lokasi acara sangat tepat karena memiliki sejarah yang panjang dan penuh makna. Pada masa kolonial Belanda, lapangan tersebut dikenal sebagai _Waterlooplein_ (Lapangan Waterloo) yang dibangun Gubernur Jenderal Daendels pada awal abad ke-19 untuk memperingati kemenangan Belanda atas Napoleon di Waterloo pada 1815.  Pada 1828, Belanda mendirikan tugu patung singa di tengahnya sebagai simbol kemenangan tersebut, sehingga tempat itu populer disebut Lapangan Singa. Pada masa kemerdekaan, Presiden Soekarno mengubah namanya menjadi Lapangan Banteng. Ikon utamanya kini adalah M...