Langsung ke konten utama

Semarakkan 5 Abad Jakarta, MUI DKI Siap Gelar Festival Seni dan Budaya Islam

SUARAKAUMBETAWI | JAKARTA — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi DKI Jakarta melalui Bidang Seni dan Budaya akan menggelar Festival Seni dan Budaya Islam (FSBI) 2026 pada Ahad, 6 September 2026, mulai pukul 08.00 WIB di Pondok Pesantren Al-Hamid, Cilangkap, Cipayung, Jakarta Timur.

Festival tahunan yang didukung Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ini menjadi bagian dari rangkaian menyongsong 5 Abad Kota Jakarta. Mengusung tema “Melalui Syiar Dakwah dengan Seni Budaya Islam Kita Tumbuhkan Kecintaan terhadap Budaya Islam,” FSBI diharapkan menjadi ruang kolaborasi antara dakwah, seni, dan pelestarian budaya Betawi-Islami.

Ketua Bidang Seni dan Budaya MUI Jakarta, KH. Lutfi Hakim, mengatakan FSBI bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan gerakan budaya yang memperkuat nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat.

"Festival Seni dan Budaya Islam adalah ikhtiar menghadirkan dakwah yang sejuk melalui seni. Kami ingin menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya Islam sekaligus memperkuat ukhuwah dalam menyongsong lima abad Kota Jakarta,” ujar KH Lutfi Hakim dalam keterangan resminya, Jumat, (4/9/2026).

FSBI 2026 akan mempertandingkan tiga cabang lomba, yakni Mewarnai Kaligrafi untuk anak-anak, Qasidah kategori wanita dewasa, serta Hadroh kategori pria dewasa. Para pemenang akan memperebutkan piala, uang pembinaan, hadiah umrah, dan voucher kursus Bahasa Inggris.

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hamid, KH. Lukman Hamid, menyambut baik kepercayaan menjadikan Al-Hamid sebagai tuan rumah festival tersebut.

“Pesantren memiliki peran merawat akhlak, ilmu, dan budaya. Kami mengajak seluruh masyarakat hadir agar FSBI menjadi syiar yang mempersatukan umat serta melahirkan generasi yang mencintai Al-Qur'an dan seni budaya Islam,” kata KH. Lukman Hamid.

MUI DKI Jakarta mengundang masyarakat, majelis taklim, pelajar, dan keluarga untuk hadir serta menyemarakkan Festival Seni dan Budaya Islam 2026 sebagai perayaan syiar Islam yang inklusif, edukatif, dan membangun peradaban Jakarta. ***

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENYONGSONG 25 TAHUN FBR: DARI STIGMA "NORAK" MENUJU PILAR BUDAYA BETAWI

SUARAKAUMBETAWI | JAKARTA, Dua puluh lima tahun bukan sekadar angka statistik bagi Forum Betawi Rempug (FBR). Ia adalah saksi bisu metamorfosis sebuah entitas yang lahir dari rahim keresahan identitas di jantung ibu kota. Dari sebuah organisasi massa yang kerap dipandang sebelah mata, kini FBR berdiri sebagai pilar kebudayaan yang melintasi batas administratif Jakarta, menyatukan masyarakat Betawi dalam satu barisan kerempugan yang kian dewasa. Di tengah tren ormas yang gemar bersolek dengan gaya paramiliter atau menampilkan wajah represif, FBR konsisten menempuh jalan sunyi, jalur kebudayaan. Keluguan, kelugasan, dan kesederhanaan khas Betawi yang sempat dicibir “norak” pada awal kemunculannya, justru kini menjadi antitesis bagi organisasi lain yang kaku. Gaya inilah yang menjaga FBR tetap membumi, lebih dekat dengan napas rakyat kecil ketimbang dengan koridor kekuasaan. ** Refleksi dan Transformasi ** Kita tak boleh menutup mata pada sejarah. Perjalanan FBR memang tak se...

Pengukuhan MUI Pusat Berlangsung Khidmat, FBR Ikut Berpartisipasi dalam Pengamanan

SUARAKAUMBETAWI | JAKARTA - Forum Betawi Rempug (FBR) turut berpartisipasi dalam pengamanan pengukuhan dan perkenalan (ta’aruf) Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat periode 2025–2030 yang digelar di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu pagi. Acara tersebut mengangkat tema “Bersatu dalam Munajat untuk Keselamatan Bangsa.” Acara ini turut dihadiri Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang didampingi Menteri Agama Nasaruddin Umar. Presiden Prabowo tampak langsung menghampiri jajaran pimpinan MUI dan menyalami mereka satu per satu usai prosesi pengukuhan. Di barisan depan, bersama para pimpinan MUI, turut hadir Ketua MPR RI Ahmad Muzani, sejumlah menteri kabinet, tokoh nasional, pimpinan ormas Islam, serta tamu undangan lainnya. Ketua Umum FBR KH Lutfi Hakim mengatakan, keterlibatan FBR dalam pengamanan kegiatan tersebut merupakan wujud komitmen organisasi dalam menjaga ketertiban dan menghormati peran ulama sebagai penjaga moral bangsa. “FBR hadir untuk membantu pe...

Halal Bihalal Lapangan Banteng: Membangun Kebersamaan di Hari Lebaran

Oleh : KH Lutfi Hakim SUARAKAUMBETAWI | JAKARTA, Salam rempug. Pemprov DKI Jakarta berencana mengadakan acara Halal Bihalal di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, pada Sabtu (11/4/2026) mendatang. Acara ini merupakan bagian dari perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah dan diharapkan dapat mempererat tali persaudaraan antarwarga Jakarta lewat seni, tradisi, dan cita rasa. Pilihan Lapangan Banteng sebagai lokasi acara sangat tepat karena memiliki sejarah yang panjang dan penuh makna. Pada masa kolonial Belanda, lapangan tersebut dikenal sebagai _Waterlooplein_ (Lapangan Waterloo) yang dibangun Gubernur Jenderal Daendels pada awal abad ke-19 untuk memperingati kemenangan Belanda atas Napoleon di Waterloo pada 1815.  Pada 1828, Belanda mendirikan tugu patung singa di tengahnya sebagai simbol kemenangan tersebut, sehingga tempat itu populer disebut Lapangan Singa. Pada masa kemerdekaan, Presiden Soekarno mengubah namanya menjadi Lapangan Banteng. Ikon utamanya kini adalah M...