Langsung ke konten utama

Postingan

Membaca Pesan Besar dari Sambutan Milad Perak Forum Betawi Rempug

Oleh: Usni Hasanudin Kaprodi Magister Ilmu Politik FISIP UMJ SUARAKAUMBETAWI | JAKARTA,- Ada pidato yang selesai ketika tepuk tangan berhenti. Namun, ada pula pidato yang justru memulai percakapan baru tentang masa depan. Saya menempatkan sambutan Ketua Umum Forum Betawi Rempug (FBR), KH. Lutfi Hakim, pada Milad ke-25 FBR dalam kategori yang kedua.  Di balik tema "Merawat Akar, Merajut Masa Depan ", saya menangkap sebuah pesan yang jauh melampaui batas organisasi. Sambutan itu sesungguhnya mengajukan pertanyaan mendasar kepada kita semua: mampukah Jakarta menjadi kota global tanpa memuliakan akar budayanya sendiri? Pandangan itu tidak lahir dalam ruang hampa. Saya pertama kali mengenal KH. Lutfi Hakim pada Sarasehan Kebudayaan Betawi di Hotel Shangri-La Jakarta pada tahun 2022. Pertemuan tersebut berlangsung pada momentum yang sangat menentukan perjalanan masyarakat Betawi. Saat itu, Badan Musyawarah (Bamus) Betawi tengah menghadapi dinamika dua kepemimpinan. Pad...
Postingan terbaru

Soroti Aksi Mahasiswa, Tokoh Betawi Minta Aspirasi Disampaikan Secara Santun

SUARAKAUMBETAWI | JAKARTA – Tokoh masyarakat Betawi mengingatkan agar penyampaian aspirasi oleh mahasiswa tetap dilakukan secara damai dan tidak mengulangi peristiwa kerusuhan yang sempat terjadi pada sejumlah aksi demonstrasi pada 2025. Menurutnya, masyarakat pada dasarnya mendukung kebebasan berpendapat yang dijamin oleh konstitusi. Namun, aksi penyampaian aspirasi tidak boleh diwarnai tindakan anarkis maupun perusakan fasilitas umum yang pada akhirnya merugikan masyarakat luas. "Saya mendukung mahasiswa menyuarakan aspirasi. Tetapi saya tidak ingin kejadian tahun 2025 terulang lagi. Aspirasi yang sebenarnya baik justru dikotori oleh tindakan anarkis dan perusakan fasilitas umum," ujar dikutip Rabu, (24/6/2026).  Ia mengatakan masyarakat Betawi menginginkan situasi Jakarta tetap aman dan kondusif agar warga dapat bekerja, berdagang, serta menjalani kehidupan sehari-hari dengan tenang. "Kami orang Betawi tidak minta macam-macam. Kami hanya ingin hidup tenan...

MUI DKI Jakarta Lulus Resertifikasi ISO 9001:2015, Tegaskan Komitmen Pelayanan Umat yang Bermutu

SUARAKAUMBETAWI | Jakarta,  –Majelis Ulama Indonesia Provinsi DKI Jakarta dinyatakan lulus audit resertifikasi Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015. Hasil tersebut diumumkan oleh tim auditor eksternal pada Rabu, 20 Mei 2026, setelah melalui proses audit dua hari di Hotel Sofyan Supomo Tebet Jakarta.  Pencapaian ini menandai keberhasilan MUI DKI Jakarta mempertahankan standar mutu internasional dalam pengelolaan layanan fatwa, rekomendasi halal, pembinaan umat, dan administrasi kesekretariatan selama tiga tahun terakhir. Ketua Umum MUI DKI Jakarta, K.H. Muhammad Faiz, dalam sambutanya yang diwakili oleh K.H. Auza’i Mahfudz selaku Sekretaris Umum menyampaikan bahwa kelulusan ini adalah bukti komitmen kelembagaan dalam menjaga amanah umat melalui tata kelola yang profesional, transparan, dan akuntabel. “Kami bersyukur atas kelulusan resertifikasi ISO 9001:2015 ini. Ini bukan tujuan akhir, tetapi motivasi bagi kami untuk terus memperbaiki layanan kepada umat. Standar I...

Teknologi Hydrotermal di Pasar Kramat Jati: Solusi FBR Atas Sampah Jakarta

SUARAKAUMBETAWI | Jakarta — Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meninjau langsung sistem pengolahan sampah organik di Pasar Induk Kramat Jati, Senin (11/5). Sistem tersebut dikelola bersama masyarakat dengan menggunakan teknologi hidrotermal melalui kolaborasi dengan PT Fokus Bintang Rejeki (FBR). Peninjauan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam mengoptimalkan pengolahan sampah dari sumbernya. “Ini akan sangat bermanfaat,” ujar Pramono. Program ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 tentang pemilahan sampah. Dalam kebijakan tersebut, masyarakat didorong untuk memilah sampah organik dan anorganik sejak dari sumber. Menurut Pramono, Pemprov DKI akan melibatkan berbagai pihak dalam penanganan sampah, mulai dari Perumda Pasar Jaya, masyarakat, hingga sektor swasta. Kolaborasi ini diharapkan mampu mengurangi beban pengelolaan sampah di TPST Bantargebang. Melalui sistem yang diterapkan di Pasar Induk Kram...

MENYONGSONG 25 TAHUN FBR: DARI STIGMA "NORAK" MENUJU PILAR BUDAYA BETAWI

SUARAKAUMBETAWI | JAKARTA, Dua puluh lima tahun bukan sekadar angka statistik bagi Forum Betawi Rempug (FBR). Ia adalah saksi bisu metamorfosis sebuah entitas yang lahir dari rahim keresahan identitas di jantung ibu kota. Dari sebuah organisasi massa yang kerap dipandang sebelah mata, kini FBR berdiri sebagai pilar kebudayaan yang melintasi batas administratif Jakarta, menyatukan masyarakat Betawi dalam satu barisan kerempugan yang kian dewasa. Di tengah tren ormas yang gemar bersolek dengan gaya paramiliter atau menampilkan wajah represif, FBR konsisten menempuh jalan sunyi, jalur kebudayaan. Keluguan, kelugasan, dan kesederhanaan khas Betawi yang sempat dicibir “norak” pada awal kemunculannya, justru kini menjadi antitesis bagi organisasi lain yang kaku. Gaya inilah yang menjaga FBR tetap membumi, lebih dekat dengan napas rakyat kecil ketimbang dengan koridor kekuasaan. ** Refleksi dan Transformasi ** Kita tak boleh menutup mata pada sejarah. Perjalanan FBR memang tak se...

HALAL BIHALAL FBR: MERAWAT TRADISI, MENGUATKAN KOHESI

SUARAKAUMBETAWI | JAKARTA, Salam rempug, setelah Ramadhan berakhir, biasanya masyarakat Indonesia mengisi kegiatan Idul Fitri salah satunya dengan Halal Bihalal, tidak terkecuali masyarakat Betawi. Oleh karena itu, Forum Betawi Rempug (FBR) sebagai organisasi yang berbasis kearifan lokal Betawi menjadikan Halal Bihalal sebagai kegiatan rutin tahunan dalam merayakan Idul Fitri. Halal Bihalal FBR tidak terkonsentrasi di satu titik lokasi, melainkan diselenggarakan di setiap Koordinator Wilayah (Korwil) FBR se-Jabodetabek berdasarkan jadwal yang disepakati. Imam Besar FBR, KH Lutfi Hakim, selalu pimpinan pusat FBR berikut jajarannya berkeliling ke masing-masing Korwil tersebut untuk bersilaturrahmi selama hampir 2 (dua) minggu. Istilah Halal Bihalal terdengar seperti bahasa Arab murni, namun kenyataannya ini adalah konstruksi linguistik khas masyarakat Indonesia. Secara etimologis, kata ini berasal dari kata halal yang disisipi huruf ba (bi) yang berarti “dengan”.  Makna...

Kampung Budaya Betawi Sukapura, Tradisi yang Hidup di Utara Jakarta

SUARAKAUMBETAWI | JAKARTA, Kampung Budaya Betawi Sukapura di Jakarta Utara menghadirkan wajah berbeda pelestarian budaya Betawi. Kawasan ini tidak dikembangkan sebagai destinasi wisata formal seperti Setu Babakan atau sekadar etalase budaya, melainkan tumbuh dari kehidupan warga yang mempertahankan tradisi secara alami. Di tengah lingkungan yang heterogen, identitas Betawi di Sukapura tetap terjaga. Aktivitas budaya berlangsung sebagai bagian dari keseharian, bukan pertunjukan. Kelompok Gambang Kromong misalnya, melibatkan perempuan sebagai pemain aktif. Tradisi ini terus berjalan tanpa dikemas khusus untuk wisata. Kelompok gambang kromong perempuan yang penulis temui didominasi kaum ibu yang tetap rutin berlatih meski sibuk sebagai ibu rumah tangga. “Ya latihan dong, masa ngurusin laki mulu sama anak-anak. Anak sudah pada gede, kita juga kan butuh hiburan,” ucap Sri, vokalis gambang kromong, saat ditemui belum lama ini. Di samping itu, para personel juga masih menjaga ni...