Langsung ke konten utama

Postingan

FBR G.0186 Benteng Cempaka Korwil Jakarta Pusat Gelar Rapat Kepengurusan Baru, Perkuat Soliditas dan Persaudaraan

SUARAKAUMBETAWI | JAKARTA PUSAT — Forum Betawi Rempug (FBR) G.0186 Benteng Cempaka Korwil Jakarta Pusat menggelar rapat kepengurusan pada Jumat, 16 Oktober 2026, bertempat di Gardu 0186, Pangkalan Asem, Jakarta Pusat. Rapat tersebut menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus membangun semangat baru di bawah kepemimpinan Bang Bogi selaku Ketua, Bunda Ayu Wandira sebagai Sekretaris, dan Bunda Lya sebagai Bendahara. Dalam kesempatan tersebut, Wakil I, Bang Andri Gobang, menyampaikan harapannya agar kepengurusan yang baru dapat semakin solid, kompak, dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugas sesuai struktur organisasi. “Dengan adanya kepengurusan baru ini, ke depannya kita berharap seluruh jajaran semakin solid dan menjaga nama baik organisasi. Jangan sampai ada lagi oknum yang mengatasnamakan FBR untuk kepentingan pribadi. Organisasi ini harus dijaga bersama dan dijalankan dengan penuh tanggung jawab,” ujar Bang Gobang. Selain memperkuat soliditas ...
Postingan terbaru

UNAS Gelar ICGI ke-3, Soroti Polycrisis Global dan Pentingnya Ketahanan Dunia Menuju 2030

SUARAKAUMBETAWI | JAKARTA, 14 Oktober 2026 – Universitas Nasional (UNAS) kembali memperkuat kontribusinya dalam diskursus akademik internasional melalui penyelenggaraan The 3rd International Conference on Global Issues (ICGI) 2026 di Auditorium Cyber UNAS, Selasa (14/10). Mengusung tema “Beyond 2030: Redefining Global Resilience in the Age of Polycrisis”, konferensi ini diikuti lebih dari 300 peserta secara luring dan daring dari tujuh negara. Konferensi yang dipimpin oleh Dr. Robi Nurhadi selaku Ketua Pelaksana tersebut menghadirkan Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, H.E. Mohammad Boroujerdi, serta Staf Ahli Menteri Keuangan RI Bidang Jasa Keuangan dan Pasar Modal, Dr. Arief Wibisono, S.H., LL.M., sebagai tamu kehormatan. Forum ini menjadi ruang dialog akademik internasional untuk membahas berbagai tantangan global yang saling berkaitan, mulai dari konflik geopolitik dan ketidakpastian ekonomi hingga perubahan iklim, ketahanan energi, dan pangan. Dalam sambuta...

ESKALASI TELUK PASCA SERANGAN BANDARA RIYADH: Peta Polarisasi, Penyebab dan Jalan Keluar Non-Eskalatif

-------- Robi Nurhadi, PhD Dosen Hubungan Internasional, FISIP Universitas Nasional --------- SUARAKAUMBETAWI | Pada Sabtu, 10 Oktober 2026, King Khalid International Airport di Riyadh diserang rudal yang menewaskan 12 orang dan melukai 309 orang, termasuk warga asing dari Amerika, Bangladesh, Mesir, Yordania, Suriah, Palestina, dan Sudan (BusinessWorld Online, 2026). Serangan ini adalah yang ketiga dalam seminggu dan disebut sebagai serangan paling mematikan di Arab Saudi dalam lebih dari satu dekade (Le Monde, 2026). Serangan ini terjadi seminggu setelah koalisi pimpinan Saudi mengumumkan operasi udara "Operation Dawn of Yemen" pada 5 Oktober 2026 untuk mendukung pemerintah Yaman (Le Monde, 2026). Konteks inilah yang membuat konflik Yaman meluber menjadi krisis keamanan Teluk. Peta Polarisasi: Dua Blok Baru Analisis ini membagi dukungan menjadi dua blok utama: Pertama, Blok Arab Saudi - Pakta Mekah (Makkah Alliance) Pakta Pertahanan Bersama Mekah yang ditandat...

ARAH POLITIK EKONOMI CINA DI INDONESIA: ANTARA INVESTASI, INSTRUMEN KEKUASAAN, DAN KEDAULATAN

Dr. Robi Nurhadi Dosen Hubungan Internasional, FISIP Universitas Nasional E: robinurhadi@yahoo.co.id SUARAKAUMBETAWI | JAKARTA, - Dalam satu dekade terakhir, hubungan Indonesia-Cina telah bertransformasi dari sekadar hubungan dagang menjadi kemitraan ekonomi-politik yang paling menentukan bagi masa depan Indonesia. Tidak dapat dipungkiri, Cina hari ini adalah mitra dagang terbesar, investor terbesar kedua, dan kontraktor utama proyek-proyek strategis nasional. Namun untuk memahami Cina di Indonesia, kita tidak cukup hanya melihat angka investasi. Kita harus memahami logika besar politik ekonomi Cina. Arah politik ekonomi Cina di Indonesia saat ini tidak bisa dilepaskan dari grand strategy Beijing yang disebut Belt and Road Initiative (BRI) dan doktrin "Two Circulation" (Li & Li, 2024; Ye, 2020). Bagi Beijing, Indonesia adalah simpul terpenting di Asia Tenggara karena tiga alasan: sebagai sumber bahan mentah kritis untuk transisi energi Cina, sebagai pasar bag...

Melanjutkan Amanah Nahdliyyin Betawi: Dari Muktamar 1933 Batavia Menuju Jakarta Kota Global

Oleh: KH. Lutfi Hakim (Wakil Ketua PWNU Jakarta/Imam Besar FBR) SUARAKAUMBETAWI | Saya sepakat dengan spirit tulisan Husny Mubarok Amir yang menegaskan bahwa Jakarta memiliki akar kultural yang kuat dengan Nahdlatul Ulama (NU), dan masyarakat Betawi merupakan salah satu komunitas yang sejak lama hidup dengan tradisi keislaman yang memiliki kedekatan dengan nilai-nilai Nahdliyyin. Tradisi tahlilan, maulidan, manaqiban, ziarah kubur, penghormatan kepada ulama, serta kehidupan keagamaan berbasis komunitas telah menjadi bagian dari budaya yang melekat dalam keseharian masyarakat Betawi jauh sebelum NU berdiri pada tahun 1926. Karena itu, hubungan NU dan Betawi tidak dapat dilihat hanya dalam perspektif organisasi, melainkan sebagai pertemuan panjang antara tradisi keilmuan Islam, budaya masyarakat, dan perjalanan kebangsaan. Namun, narasi sejarah tersebut perlu ditempatkan secara lebih proporsional agar tidak berhenti pada kebanggaan identitas semata. Justru karena memiliki ak...

NU Jakarta dan Amanah Nahdliyyin Betawi

Oleh: Husny Mubarok Amir (Wakil Ketua PWNU Jakarta) SUARAKAUMBETAWI  | JAKARTA, - Nahdlatul Ulama sebagai Organisasi Keagamaan terbesar di Indonesia tentunya memiliki pengaruh signifikan di Kota-kota besar termasuk Jakarta sebagai Ibukota negara. Corak dan karakter keislaman masyarakat Jakarta memang sepenuhnya bukan hanya mirip tapi identik sama persis dengan karakter yang dibawa oleh Nahdlatul Ulama. Terbukti, jauh sejak pendirian NU, masyarakat Jakarta sudah akrab dengan tradisi tahlilan, manaqiban, mawlidan bahkan nyekar dan ziarah kubur. Masyarakat Jakarta, terutama masyarakat Betawi sebagai penduduk asli Jakarta, hampir keseluruhannya adalah warga Nahdlatul Ulama, atau Nahdliyyin biasa kita sebut. Sebagian kecil saja yang berafiliasi dengan Muhamadiyah, FPI atau mungkin ormas keagamaan lainnya. Nama-nama besar tokoh dan ulama Betawi, hampir mengisi sejarah panjang perjalanan Nahdlatul Ulama. Sejak awal pendiriannya, di Zaman Guru Marzuki Bin Mirshod, ketika Mukta...

Perkuat Syiar dan Kerukunan Menuju Jakarta Kota Global, MUI Jakarta Gelar Festival Seni Budaya Islam

SUARAKAUMBETAWI | JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi DKI Jakarta menggelar Festival Seni Budaya Islam 2026 di Aula Pondok Pesantren Al Hamid, Cilangkap, Jakarta Timur, Sabtu (6/9/2026). Festival yang memasuki penyelenggaraan kedua ini mempertemukan peserta dari lima wilayah DKI Jakarta melalui perlombaan hadroh, qasidah, Maulid Barzanji, dan mewarnai kaligrafi. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Biro Pendidikan Mental dan Spiritual (Dikmental) Provinsi DKI Jakarta, Muhammad Matsani. Acara diawali dengan doa yang dipimpin Ketua Bidang Seni Budaya MUI DKI Jakarta, KH Lutfi Hakim, serta dihadiri Wakil Ketua MUI DKI Jakarta sekaligus Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) DKI Jakarta, KH Yusuf Aman, dan Pimpinan Pondok Pesantren Al Hamid, KH Lukman Hakim Hamid. Dalam sambutannya, Muhammad Matsani menegaskan bahwa keberagaman masyarakat Jakarta merupakan kekuatan yang harus dirawat melalui seni dan budaya. “Jakarta sebagai kota global dihuni masyarakat d...