SUARAKAUMBETAWI | JAKARTA – Ketua Umum Forum Betawi Rempug (FBR), Lutfi Hakim, mengecam penggeledahan asrama santri putri Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an di Sukoharjo, Jawa Tengah, yang dilakukan aparat kepolisian pada dini hari. Lutfi yang juga menjabat Wakil Ketua NU DKI Jakarta menilai, tindakan aparat yang memasuki asrama perempuan sekitar pukul 03.20 WIB perlu dievaluasi. Terlebih, para penghuni asrama sebagian masih berusia anak-anak. Menurut Lutfi, kepolisian seharusnya dapat mengedepankan pendekatan persuasif melalui komunikasi dan koordinasi dengan pengasuh pesantren. Upaya penegakan hukum, kata dia, tidak harus mengabaikan situasi dan kondisi lingkungan tempat tindakan dilakukan. "Saya memahami polisi memiliki kewenangan untuk melakukan penegakan hukum. Namun, seharusnya ada pendekatan yang lebih persuasif dengan berkoordinasi terlebih dahulu bersama pengasuh pesantren. Apalagi yang dihadapi adalah lingkungan asrama putri, tempat para santriwati berist...
Dr. Robi Nurhadi, Dosen FISIP Universitas Nasional SUARAKAUMBETAWI - Peristiwa beruntun di Bundaran HI pada 28-29 Oktober 2026 memberikan pelajaran penting tentang makna Sumpah Pemuda. Tulisan ini menganalisis dua acara dalam satu ruang: aksi mahasiswa murni pada 28 Oktober dan Deklarasi Sumpah Pemuda yang diinisiasi Polda Metro Jaya pada 29 Oktober yang melibatkan Raffi Ahmad cs. Dengan pendekatan teori memori kolektif dan ruang publik, tulisan ini menawarkan jalan agar nilai Sumpah Pemuda tetap murni dan demokrasi tetap sehat. Dua Sumpah dalam Satu Bunderan Sumpah Pemuda 1928 bukan sekedar teks 3 butir. Benedict Anderson (1983) menyebutnya sebagai Imagined Community: saat pemuda dari berbagai daerah mengikatkan diri sebagai satu bangsa. Namun, pada 28 Oktober 2026, Bundaran HI menjadi ruang kritik. Ribuan mahasiswa menyuarakan keresahan tentang masa depan demokrasi, putusan MK, dan isu lingkungan. Sehari kemudian, 29 Oktober 2026, di titik yang sama, Polda Metro Jay...