Langsung ke konten utama

Postingan

TIGA BADAI SEBULAN: MENYELAMATKAN WAJAH INDONESIA

**** Dr. Robi Nurhadi Dosen Hubungan Internasional FISIP Universitas Nasional **** SUARAKAUMBETAWI | Ada bulan di mana sejarah berjalan lambat. Dan ada bulan di mana sejarah berlari. Oktober-November 2026 adalah bulan yang berlari itu. Dalam kurang dari 30 hari, Indonesia dihantam tiga peristiwa yang ketiganya dibaca dunia sebagai satu pesan yang sama: Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Pertama, 3 November 2026, Bareskrim Polri menetapkan tiga jenderal sebagai tersangka dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto, Seskab Teddy Indra Wijaya, jurnalis, aktivis, hingga pengusaha, melalui sistem LIMS. Reuters, AFP, hingga The Straits Times memberitakannya dalam hitungan jam. Kedua, 16 Oktober 2026, MSCI membuka konsultasi untuk menurunkan status pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market - satu level di bawah Frontier Market. IHSG anjlok 11,6% dalam sehari. Potensi outflow diperkirakan USD 11 miliar atau Rp 199,7 triliun. Ketiga...
Postingan terbaru

NYABA GIRANG: DARI SILATURAHMI MENUJU KOLABORASI, DARI KEBERDAYAAN MENUJU PERADABAN

SUARAKAUMBETAWI | JAKARTA - Dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, Ketua Umum PeciMerah, H. Ahmad Basuni, bersilaturahmi dengan Ketua Umum Forum Betawi Rempug (FBR), KH. Lutfi Hakim. Pertemuan yang dikemas dalam semangat Nyaba Girang ini menjadi ruang bincang santai, bertukar pikiran, dan menyamakan pandangan tentang satu cita-cita besar: bagaimana masyarakat Betawi dapat semakin berdaya dan memberikan manfaat lebih luas bagi warga serta Kota Jakarta. Tidak ada sekat organisasi, tidak ada pembicaraan tentang siapa yang lebih besar. Yang hadir adalah semangat persaudaraan, kesadaran sejarah, dan keinginan untuk merawat tanah kelahiran bersama. Dari perbincangan tersebut, mengemuka ikhtiar untuk membangun tim bersama yang akan merumuskan gerakan pemberdayaan masyarakat Betawi. Mulai dari penguatan kampung Betawi, pelestarian adat dan budaya, pengembangan ekonomi masyarakat, regenerasi generasi muda, hingga gagasan Pager Adat Betawi sebagai bagian dari upaya merawat nil...

Ketum FBR Kecam Penggeledahan Asrama Santri Putri Dini Hari

SUARAKAUMBETAWI | JAKARTA – Ketua Umum Forum Betawi Rempug (FBR), Lutfi Hakim, mengecam penggeledahan asrama santri putri Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an di Sukoharjo, Jawa Tengah, yang dilakukan aparat kepolisian pada dini hari. Lutfi yang juga menjabat Wakil Ketua NU DKI Jakarta menilai, tindakan aparat yang memasuki asrama perempuan sekitar pukul 03.20 WIB perlu dievaluasi. Terlebih, para penghuni asrama sebagian masih berusia anak-anak. Menurut Lutfi, kepolisian seharusnya dapat mengedepankan pendekatan persuasif melalui komunikasi dan koordinasi dengan pengasuh pesantren. Upaya penegakan hukum, kata dia, tidak harus mengabaikan situasi dan kondisi lingkungan tempat tindakan dilakukan. "Saya memahami polisi memiliki kewenangan untuk melakukan penegakan hukum. Namun, seharusnya ada pendekatan yang lebih persuasif dengan berkoordinasi terlebih dahulu bersama pengasuh pesantren. Apalagi yang dihadapi adalah lingkungan asrama putri, tempat para santriwati berist...

PEMBELAJARAN SUMPAH PEMUDA DARI PERISTIWA BUNDERAN HI

Dr. Robi Nurhadi, Dosen FISIP Universitas Nasional SUARAKAUMBETAWI - Peristiwa beruntun di Bundaran HI pada 28-29 Oktober 2026 memberikan pelajaran penting tentang makna Sumpah Pemuda. Tulisan ini menganalisis dua acara dalam satu ruang: aksi mahasiswa murni pada 28 Oktober dan Deklarasi Sumpah Pemuda yang diinisiasi Polda Metro Jaya pada 29 Oktober yang melibatkan Raffi Ahmad cs. Dengan pendekatan teori memori kolektif dan ruang publik, tulisan ini menawarkan jalan agar nilai Sumpah Pemuda tetap murni dan demokrasi tetap sehat. Dua Sumpah dalam Satu Bunderan Sumpah Pemuda 1928 bukan sekedar teks 3 butir. Benedict Anderson (1983) menyebutnya sebagai Imagined Community: saat pemuda dari berbagai daerah mengikatkan diri sebagai satu bangsa.  Namun, pada 28 Oktober 2026, Bundaran HI menjadi ruang kritik. Ribuan mahasiswa menyuarakan keresahan tentang masa depan demokrasi, putusan MK, dan isu lingkungan. Sehari kemudian, 29 Oktober 2026, di titik yang sama, Polda Metro Jay...

GELOMBANG BARU KERESAHAN EROPA: Analisis Kerusuhan Paris 17 Oktober 2026

***** Robi Nurhadi, PhD Dosen Hubungan Internasional FISIP Universitas Nasional  ***** SUARAKAUMBETAWI | Pada 17 Oktober 2026, Prancis mengalami salah satu hari protes paling intens dalam beberapa tahun terakhir. Kementerian Dalam Negeri Prancis melaporkan lebih dari 550.000 peserta di seluruh negeri, dengan 1.200 orang ditahan dan 150 polisi terluka (The Munich Eye, 2026). Awalnya merupakan protes pelajar atas fasilitas pendidikan, aksi ini berubah menjadi kerusuhan nasional soal biaya hidup. Artikel ini menjawab tiga pertanyaan: apakah akan memburuk, apakah akan menyebar ke Eropa, dan apakah akan mendunia, dengan menggunakan lensa teori gerakan sosial. Kerusuhan Paris: Dari Protes Sekolah ke Krisis Nasional Gelombang awal protes dimulai September 2026 di SMA pinggiran utara Paris yang miskin, dimana kemarahan atas ketidakhadiran guru dan fasilitas kumuh berubah menjadi gerakan nasional melawan ketimpangan dan lemahnya belanja publik (Reuters, 2026). Pada 17 Oktober, ...

FBR G.0186 Benteng Cempaka Korwil Jakarta Pusat Gelar Rapat Kepengurusan Baru, Perkuat Soliditas dan Persaudaraan

SUARAKAUMBETAWI | JAKARTA PUSAT — Forum Betawi Rempug (FBR) G.0186 Benteng Cempaka Korwil Jakarta Pusat menggelar rapat kepengurusan pada Jumat, 16 Oktober 2026, bertempat di Gardu 0186, Pangkalan Asem, Jakarta Pusat. Rapat tersebut menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus membangun semangat baru di bawah kepemimpinan Bang Bogi selaku Ketua, Bunda Ayu Wandira sebagai Sekretaris, dan Bunda Lya sebagai Bendahara. Dalam kesempatan tersebut, Wakil I, Bang Andri Gobang, menyampaikan harapannya agar kepengurusan yang baru dapat semakin solid, kompak, dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugas sesuai struktur organisasi. “Dengan adanya kepengurusan baru ini, ke depannya kita berharap seluruh jajaran semakin solid dan menjaga nama baik organisasi. Jangan sampai ada lagi oknum yang mengatasnamakan FBR untuk kepentingan pribadi. Organisasi ini harus dijaga bersama dan dijalankan dengan penuh tanggung jawab,” ujar Bang Gobang. Selain memperkuat soliditas ...

UNAS Gelar ICGI ke-3, Soroti Polycrisis Global dan Pentingnya Ketahanan Dunia Menuju 2030

SUARAKAUMBETAWI | JAKARTA, 14 Oktober 2026 – Universitas Nasional (UNAS) kembali memperkuat kontribusinya dalam diskursus akademik internasional melalui penyelenggaraan The 3rd International Conference on Global Issues (ICGI) 2026 di Auditorium Cyber UNAS, Selasa (14/10). Mengusung tema “Beyond 2030: Redefining Global Resilience in the Age of Polycrisis”, konferensi ini diikuti lebih dari 300 peserta secara luring dan daring dari tujuh negara. Konferensi yang dipimpin oleh Dr. Robi Nurhadi selaku Ketua Pelaksana tersebut menghadirkan Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, H.E. Mohammad Boroujerdi, serta Staf Ahli Menteri Keuangan RI Bidang Jasa Keuangan dan Pasar Modal, Dr. Arief Wibisono, S.H., LL.M., sebagai tamu kehormatan. Forum ini menjadi ruang dialog akademik internasional untuk membahas berbagai tantangan global yang saling berkaitan, mulai dari konflik geopolitik dan ketidakpastian ekonomi hingga perubahan iklim, ketahanan energi, dan pangan. Dalam sambuta...